File Laser Cutting: Panduan DXF, DWG, AI, CDR, SVG, PDF
File bersih mempercepat quotation, mengurangi waktu setup, dan mencegah mesin mengikuti kesalahan desain dengan sangat presisi.

Mesin cutting membaca jalur. File yang terlihat benar di layar dapat menyimpan garis tumpang tindih, skala salah, atau contour terbuka. Preflight mencegah mesin mengikuti error tersebut.
Pilih format yang sesuai
DXF dan DWG
Pilihan utama untuk part engineering. Simpan geometri 2D, gunakan unit mm, dan hindari object proxy yang tidak terbaca software lain.
AI dan CDR
Cocok untuk logo, signage, dan desain grafis. Convert font menjadi outlines/curve. Hapus clipping mask serta efek yang tidak menjadi jalur.
SVG
Format vektor terbuka yang baik untuk desain 2D. Verifikasi unit karena software dapat menafsirkan pixel dan mm berbeda.
PDF dapat berisi vektor atau raster. Jangan berasumsi semuanya siap cutting. Zoom dan periksa apakah path tetap tajam, lalu konfirmasi skala.
JPG dan PNG
Raster tidak memiliki contour mesin. Gunakan sebagai referensi visual atau engraving foto. Untuk cutting, lakukan tracing.
Gunakan skala 1:1
Gambar part pada ukuran sebenarnya. Tulis unit di nama file atau drawing. Kesalahan inch–mm dapat membuat part 25,4 kali salah.
Tambahkan satu dimensi referensi di PDF preview.
Satu garis untuk satu potongan
Garis ganda membuat mesin melewati jalur dua kali. Akibatnya:
- edge terbakar,
- waktu bertambah,
- part melengkung,
- dan biaya naik.
Gunakan duplicate detection, overkill, atau clean-up sesuai software.
Tutup contour
Contour terbuka dapat membuat jalur berhenti, kompensasi gagal, atau bentuk tidak terpisah. Join endpoint dengan toleransi wajar.
Jangan menutup celah besar otomatis tanpa memeriksa bentuk.
Kurangi node
Curve hasil auto-trace sering berisi ribuan node. Simplify dengan tetap menjaga geometri. Kurva halus menghasilkan gerakan lebih stabil dan file ringan.
Pisahkan layer
Contoh:
- CUT_OUTER,
- CUT_INNER,
- ENGRAVE,
- MARK,
- BEND_LINE,
- DIMENSION.
Gunakan warna sebagai bantuan visual, tetapi jangan mengandalkan warna tanpa nama layer.
Convert font
Font yang tidak tersedia dapat berubah. Convert menjadi curve/outlines, lalu periksa counter huruf seperti A, B, D, O, dan P.
Untuk stencil, tambahkan bridge agar bagian tengah tidak lepas.
Pertimbangkan kerf
Kerf adalah material yang hilang. Diskusikan kompensasi dengan vendor. Biasanya offset dilakukan di CAM berdasarkan proses.
Untuk press-fit, kirim ukuran nominal dan buat test coupon. Jangan menebak offset final.
Detail minimum
Aturan dipengaruhi material dan ketebalan. Periksa:
- diameter lubang,
- slot,
- lebar jembatan,
- jarak antarcontour,
- radius,
- dan jarak lubang ke edge.
Vendor perlu melihat file untuk memberi batas yang relevan.
Order of operations
Fitur internal umumnya dipotong sebelum contour luar. Designer tidak selalu perlu mengatur urutan, tetapi layer dan hierarki geometri harus jelas.
Revision control
Gunakan nama seperti:
PROJECT-PART-REV03-2026-07-15.dxf
Kirim PDF dengan nama revisi sama. Setelah approval, beri status Approved for Production.
Sertakan drawing
DXF menyimpan geometri. PDF drawing menyimpan:
- material,
- ketebalan,
- jumlah,
- dimensi kritis,
- toleransi,
- finish,
- grain,
- dan catatan proses.
Keduanya saling melengkapi.
Preflight 12 poin
- ☐ Skala 1:1.
- ☐ Unit jelas.
- ☐ Geometri 2D pada plane yang benar.
- ☐ Garis ganda dihapus.
- ☐ Contour tertutup.
- ☐ Node disederhanakan.
- ☐ Font menjadi curve.
- ☐ Layer proses terpisah.
- ☐ Detail minimum direview.
- ☐ Kerf belum dikompensasi ganda.
- ☐ Revisi tertulis.
- ☐ PDF preview disertakan.
File yang rapi bukan hanya mempercepat mesin. Ia mempercepat seluruh komunikasi dari quotation sampai QC.